2016-12-03 dibaca : 1049 Kali

Bupati Pesawaran Dianugerahi Gelar Adat Dari Kesatuan Penyimbang Makhga Putih

bagikan informasi ini :

Kesatuan Penyimbang Makhga Putih  (KPMP) Way Lima Kabupaten Pesawaran, mengadakan tradisi penganugerahan gelar kepada Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ST., sebagai (Pengikhan Faksi Makhga) Beserta Istri NANDA INDIRA DENDI, SE. sebagai (Khatu Kesuma Enton)

Pemberian gelar adat ini dilakukan langsung sekaligus penurunan  tahta  BUSTAMI  QOLYUBI.  S.P  sebagai (Pengikhan Bandakh Utama).

Bupati Pesawaran menyatakan dalam suasana penuh persaudaraan dengan tujuan mulia untuk memelihara, melestarikan, dan mengembangkan budaya dan adat Lampung. Kita juga bersyukur pada hari yang istimewa ini, dapat bersilaturrahim dan bertatap muka dengan para tokoh Masyarakat Lampung khususnya Kesatuan Penyimbang Makhga Putih  (KPMP) Way Lima Kabupaten Pesawaran. 

Hari ini, saya juga mendapat kehormatan dari Masyarakat Way Lima yang menganugerahkan gelar kehormatan adat budaya Way Lima, yaitu  “Pengikhan Faksi Makhga”. Anugerah gelar adat kepada saya ini, pada hakekatnya saya persembahkan kepada seluruh Masyarakat di Kabupaten Pesawaran,” Harapan tersebut disampaikannya pada acara Penganugerahan Gelar Adat, bertempat di Lamban Gedung Dalom, Desa  Pampangan, Kec. Gedongtataan. Sabtu (03/12).

Atas penganugerahan gelar yang terhormat ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Kesatuan Penyimbang Makhga Putih Way Lima Kabupaten Pesawaran, serta seluruh masyarakat Pesawaran yang saya cintai.  Insya Allah, anugerah gelar yang luar biasa ini, dapat lebih mendorong dan memotivasi tekad, semangat  dan darma bakti saya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Pesawaran dan sekaligus menjadikan wahana pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya Lampung yang luhur dan mulia.                        

Masyarakat Pesawaran juga memiliki ragam budaya yang khas dan unik, mulai dari adat istiadat, bahasa dan sastra, tradisi, kesenian, arsitektur tradisional, hingga makanan tradisional. Tradisi budaya Lampung juga sarat dengan pengetahuan dan pesan-pesan filosofis yang dapat kita terapkan dalam membangun karakter bangsa,”ungkap Bupati

Budaya Lampung, saya nilai juga memiliki basis budaya yang kuat, merupakan sumber ekonomi wisata  yang dapat dikembangkan, termasuk wisata sejarah, serta memiliki potensi ekonomi kreatif dengan memadukan antara kreativitas seni, dengan teknologi. Oleh karena itu, dalam acara ini saya nilai penting sebagai wahana untuk memelihara, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung di masa kini dan masa depan.

Dari apa yang saya kemukakan tadi, sekali lagi, saya mengajak para Tokoh Adat, Agama dan masyarakat Lampung untuk menjadikan acara ini sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kebudayaan Lampung,”tuturnya

Kita tidak boleh membiarkan budaya Lampung yang kita banggakan ini tergerus oleh budaya global. Kita harus tetap memiliki identitas dan jati diri, baik sebagai warga masyarakat Lampung maupun sebagai warga Negara Indonesia yang dikenal dunia  memiliki sesanti  Bhinneka Tunggal Ika. 

Saya juga mengajak Masyarakat Pesawaran untuk tetap memegang teguh tradisi budaya, yang sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelestarian  kebudayaan Lampung,”ungkap Bupati Pesawaran.

DPR RI Zulkifli  Anwar beserta Istri, serta seluruh penyimbang adat Makhga Way Lima dan SKPD Pemkab Pesawaran turut hadir dalam acara tersebut.

Informasi Terkait
Kumpulan Informasi Terkait Dengan Informasi Diatas

Pimpinan Daerah

Government Public Relations